MARQUEE

KRU SEUMANGAT WELLCOME PEU HABA RAKAN

VISITOR

Flag Counter

Sunday, 13 August 2017

Masih Maukah Kita Berbuat Buruk?

Masih Maukah Kita Berbuat Buruk? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Radinal Mukhtar “ Kebaikan tidaklah akan dibalas dengan keburukan, Sebagaimana petani yang tidak akan menuai hasil dari tanaman yang tidak ditanamnya (Abu Al-‘Atahiyah)” Ketika saya sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, salah seorang Ustadz pernah bercerita mengenai kisah hidup seorang pengusaha tekstil terkenal di dataran Saudi Arabia. Kisah tersebut sampai saat ini telah di abadikan di dalam buku “Qiro’atul Wafiah” karya Abdul Fattah Sibry dan Ali Umar.

Dikisahkan bahwa terdapatlah seorang anak kecil yang berjalan di tengah pasar untuk sekedar mendapatkan pekerjaan yang memberinya upah makan. Maka ketika ia melihat seseorang lewat di depannya, ia akan selalu bertanya tentang apakah ada pekerjaan yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan upah. Begitu seterusnya.

Namun. Di lain pihak, para pejalan kaki menyangka bahwa ia hanyalah seorang anak kecil yang mengemis. Tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang anak tersebut, para pejalan kaki melempari uang receh kepadanya. Maka sang
... baca selengkapnya di Masih Maukah Kita Berbuat Buruk? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, 22 July 2017

Wiro Sableng #89 : Geger Di Pangandaran

Wiro Sableng #89 : Geger Di Pangandaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : WASIAT IBLIS

SEPASANG mata Pendekar 212 sesaat membesar tak berkesip. Dadanya berdebar keras. "Dewi Payung Tujuh! Akhirnya kutemui kau!" kata Wiro menggeram dalam hati. Kalau dituruti amarahnya, rasanya mau dia menyerbu si gadis saat itu juga. Sambil mengepalkan tinju murid Sinto Gendeng berusaha menekan gejolak dendam yang bersarang dalam dirinya sejak beberapa waktu.
Orang tua pemilik rumah makan menyambut kedatangan Wiro lalu dengan ramah mempersilahkan tamunya ini memilih tempat duduk. Namun sang tamu sama sekali tidak mengacuhkan. Terus saja memandang melotot ke arah gadis berpakaian biru berkembang-kembang kuning yang duduk di sudut rumah makan, asyik menyantap makanan.

"Kalau kuhajar sekarang rasanya kurang pantas. Biarkan dia meneruskan makan dulu. Mungkin ini makan yang terakhir baginya. Akan kutunggu dia di luar!"Wiro keluar dari rumah makan itu. Dengan cepat dia menyelinap ke balik sebuah bangunan kayu, mendekam di bawah sebatang pohon. Dari sini dia dapat melihat pintu rumah makan hingga orang yang ditunggu tak bakal luput dari pengawasannya.

"Heran...Masuk ke rumah makan lalu keluar lagi. Jangan-jangan tak punya uang. Pemuda geblek..!" Orang tua pemilik rumah makan mengumpat lalu berpaling pada gadis baju biru berbunga-
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #89 : Geger Di Pangandaran Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, 17 July 2017

Wiro Sableng #77 : Kepala Iblis Nyi Gandasuri

Wiro Sableng #77 : Kepala Iblis Nyi Gandasuri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

SATU

Penunggang kuda berpakaian putih memacu tunggangannya secepat setan berkelebat. Menembus kegelapan malam dalam cuaca buruk di penghujung bulan ke sebelas. Terpaan angin kencang dari depan membuat rambutnya yang gondrong melambai deras ke belakang. Di puncak sebuah bukit kecil kuda coklat mandi keringat itu berhenti berlari lalu meringkik keras tak mau maju lagi walau selangkahpun!
"Mmmmmm...." Penunggangnya bergumam lalu mengusap leher bintang itu berulang-ulang. "Perasaan binatang ini tajam sekali...." Katanya dalam hati. Dia terus mengusap leher kuda lalu berkata. "Tenang kudaku.... Tenang.... Tak ada yang perlu ditakutkan. Kau dan aku membawa tugas agung! Menyelamatkan nyawa seorang pangeran. Gusti Allah pasti menolong kita!"

Orang di atas kuda memandang ke bawah bukit. Di sebuah pedataran di bawah sana, samar-samar dalam kegelapan malam kelihatan sebuah bangunan yang atapnya bertingkat dua. Nyala lampu minyak di langkan depan dari kejauhan terlihat seperti titik merah.

Angin bertiup kencang di puncak bukit. Hujan rintik-rintik mulai turu
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #77 : Kepala Iblis Nyi Gandasuri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sunday, 2 July 2017

Alotnya Mengubah Keyakinan

Alotnya Mengubah Keyakinan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Asep Syarifuddin BEBERAPA hari yang lalu, saya menemui dua orang sahabat yang secara kebetulan bekerja di kantor yang sama. Dua orang tersebut memiliki kesamaan terutama dalam postur tubuh. Yah… dua-duanya adalah overweight alias gemuk. Tapi saya sering bilang ke dia kurang tinggi, bukan gemuk. Sebab kalau tinggi badannya bertambah, maka tidak lagi terlihat gemuk. Sementara teman saya yang ketiga memiliki badan ideal dan agak kekar.

Iseng-iseng saya membuka pembicaraan ketika silaturahmi Idul Fitri. “Mas, kok badannya kian hari kian melar aja. Apa tidak terasa sesak dan mengganggu. Coba lihat bajunya sudah sangat ketat, stret. Kalau ada cewek pake baju stret dan badannya aduhai sih mendingan. Apa ada keturunan gemuk?”

Dengan santai teman saya yang satu menjawab, “Gemuk itu ciri-ciri orang yang makmur, berarti sudah sukses dalam hidup dan bisa dibilang produk yang berhasil. Kalau masih belum gemuk itu produk gagal. Lagian nama perusahaan dan PT tempat kita bekerja (dia mengutip namanya) juga menunjukkan ciri-ciri keg
... baca selengkapnya di Alotnya Mengubah Keyakinan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sunday, 21 May 2017

Wiro Sableng #40 : Setan Dari Luar Jagad

Wiro Sableng #40 : Setan Dari Luar Jagad Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

DUA PENUNGGANG kuda itu berhenti di kaki bukit Wadaslintang yang merupakan bukit berbatu-batu hampir tanpa pepohonan. Suasana tampak gersang pada saat matahari hendak tenggelam itu. Kaki bukit dicekam kesunyian. Sesekali terdengar suara tiupan angin di kejauhan, bergaung di sela bebatuan.

Pendekar 212 Wiro Sableng mengangkat kepala memandang ke arah puncak bukit batu. Sinar sang surya yang hendak tenggelam membuat bukit batu itu seperti dibungkus warnA merah kekuningan. Batubatu bukit tampak seperti tumpukan emas. Satu pemandangan yang cukup indah sebenarnya.

Tetapi diam-diam murid Eyang Sinto Gendeng dari Gunung Gede merasakan adanya keangkeran tersembunyi di bukit Wadaslintang itu.

"Anak muda, aku hanya mengantarmu sampai di sini." Yang berkata adalah kakek

berpakaian hitam memakai caping bambu. Pada wajahnya sebelah kiri ada cacat bekas luka yang sangat besar dan tak sedap untuk dipandang.

"Kenapa tidak teru
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #40 : Setan Dari Luar Jagad Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, 19 May 2017

Wiro Sableng #47 : Pembalasan Ratu Laut Utara

Wiro Sableng #47 : Pembalasan Ratu Laut Utara Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Djarot Pangestu mandi sepuas hatinya di bawah pancuran. Kedua tangannya sibuk menggosok daki tebal yang menyelimuti sekujur muka dan wajahnya yang bertampang menyeramkan oleh sebuah cacat guratan bekas luka yang dalam melintang, mulai dari mata kiri turun ke bawah dekat hidung sampai bibir.

Seorang lelaki tua terbungkuk-bungkuk mendatangi membawa sebuah sarung lusuh. "Selamat bagimu Djarot!" kata orang tua itu keras-keras agar dapat meningkahi suara air pancuran yang deras.

Djarot Pangestu berpaling sedikit lalu berkata datar. "Selamat untuk apa!?"

"Bukankah siang ini kau akan keluar dari penjara? Menjadi manusia bebas kembali?!"

Djarot Pangestu menyemburkan air dari mulutnya, mengusap wajahnya yang penuh berewok dan kumis liar, lalu berkata. "Dua puluh tahun jadi bangkai hidup mendekam di penjara celaka ini ketika akhirnya dibebaskan, apakah itu satu hal yang menggembirakan?!"

Si orang tua bungkuk melemparkan kain sarung bututnya ke atas batu. Dia memandang ke arah kedua kaki Djarot Pangestu di mana seuntai rantai besi yang berat mengikat pergelangan kaki kiri dan kanan lelaki itu satu sama lain. Dua puluh tahun menjadi budak penjara.

Dua
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #47 : Pembalasan Ratu Laut Utara Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saturday, 13 May 2017

Peta Harta Karun

Peta Harta Karun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada seorang pria dewasa sedang berjalan-jalan di pantai. Pantai itu sangatlah indah. Pria itu lalu melihat sebuah botol kaca. Pria itu memungutnya dan melihat ada secarik kertas di dalam botol. Dia kemudian menarik gabus penyumbat botol dan menjumpai bahwa kertas tersebut ternyata sebuah peta harta karun. Tetapi pria itu tidak percaya, sehingga ia memasukkan peta harta karun itu kembali dalam botol, menyumbat botol, dan melemparkan botol itu ke laut.

Beberapa saat kemudian, pria dewasa lain sedang berjalan di pantai dan melihat botol itu. Dia juga mengambil botol, membukanya, dan menemukan peta harta karun. Orang ini cukup penasaran dengan harta karun tersebut. Ia mencoba berjalan menuju tempat yang ditunjukkan peta tersebut, yaitu sekitar 30 meter ke tengah laut. Tetapi ketika tinggi air laut mencapai paha, ia memutuskan untuk berhenti. ?Ini cuma jebakan!? katanya. Jadi, ia bergegas kembali ke tepi pantai dan membuang botol itu kembali ke laut

Beberapa saat kemudian pria dewasa ketiga berjalan di tepi pantai dan melihat botol kaca itu terapung di air. Ia mengambil, membukanya, dan menemukan peta. Ia pun bertanya-tanya sebanyak apakah harta k
... baca selengkapnya di Peta Harta Karun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1